Alasan di Balik Pemilihan Warna Merah Pada Lampu Pengereman Kendaraan

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Jakarta – Tahukah Anda mengapa lampu pengereman (stop lamp) kendaraan itu berwarna merah? Bukan karena yang merakit motor suka warna merah, tapi faktanya pemilihan warna merah berkaitan dengan refleks mata manusia yang melihatnya.

Warna merah dianggap paling cepat “ditangkap” oleh mata. Hal ini sesuai dengan fungsinya yang meminta pengendara di belakang untuk lebih waspada saat kendaraan di depan melakukan pengereman.

READ  Elon Musk Beri Rp1,4 Triliun Untuk Teknologi Penangkap Karbon Terbaik

Menurut teori warna, merah merupakan warna yang memiliki gelombang paling panjang. Kondisi ini membuat warna merah paling cepat ditangkap oleh mata manusia.

Warna merah sendiri memiliki panjang gelombang 630-760 nm, sementara panjang gelombang paling pendek diduduki oleh warna ungu, yakni 380-450 nm. Dalam penelitian pun diketahui, ketika kita melihat gambar berbagai warna, maka warna merah akan terlihat terlebih dahulu.

Berdasarkan hal itu, warna merah akhirnya dipilih untuk diterapkan pada lampu pengereman. Pengereman sendiri bisa dikatakan darurat. Sebagai contoh apabila pengendara depan ada yang mengerem mendadak, pengemudi di belakangnya bisa lebih peka sehingga dapat dengan cepat merespons keadaan dan mencegah kecelakaan.

READ  Cegah Krisis Air, Alur Sungai Bawah Tanah di Gunungkidul Bakal Dipetakan

Di dunia, pemilihan warna lampu kendaraan termasuk lampu rem, mengacu pada Vienna Convention on Road Traffic (1949). Kegiatan itu merupakan konvensi mengenai kendaraan di jalan raya. Konvensi ini menyebut tentang warna merah yang digunakan sebagai lampu belakang atau stop lamp kendaraan.

Di Indonesia, pemilihan warna merah pada lampu pengereman telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 Tentang Kendaraan.

Pada Pasal 23 ayat d menyebutkan bila sistem lampu dan alat pemantul cahaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf i meliputi bila lampu rem berwarna merah.

READ  Ayo Intip, Apa Itu Factory Reset

Kemudian Pasal 26, (1) Lampu rem sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 huruf d selain Sepeda Motor, harus memenuhi persyaratan, yakni berjumlah paling sedikit 2 (dua) buah, mempunyai kekuatan cahaya lebih besar dari lampu posisi belakang tetapi tidak menyilaukan bagi pengguna jalan lain, dan dipasang pada sisi kiri dan kanan bagian belakang Kendaraan Bermotor dengan ketinggian tidak melebihi 1.500 (seribu lima ratus) milimeter.

(2) Dalam hal jumlah lampu rem lebih dari 2 (dua) buah, dapat ditempatkan di bagian atas belakang Kendaraan Bermotor bagian dalam atau luar. (3) Untuk sepeda motor lampu rem harus dipasang paling banyak 2 (dua) buah pada bagian belakang. (Zak/IJS)

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Baca Juga