Bantu Petani, Kenya Gunakan Drone Untuk Pantau Kesehatan Tanaman

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Nairobi – Salah satu negara di bagian timur Afrika, Kenya, memanfaatkan teknologi drone untuk menganalisis kesehatan tanaman. Pemanfaatan ini dinilai mampu membantu para petani untuk mengakses data sehingga bisa meningkatkan hasil panen.

Ide penggunaan drone yang dilengkapi dengan kamera ini dikembangkan oleh Moses Kimani. Bersama dengan temannya, ia mendirikan perusahaan Lentera Afrika pada 2016 silam.

READ  Twitter Larang Trump Punya Akun Twitter Selamanya

Moses menjelaskan, kamera pada drone ini berfungsi untuk menangkap cahaya yang dipantulkan tanaman dalam berbagai panjang gelombang. Dengan demikian para petani bisa mendapatkan informasi yang tidak dapat diperoleh dengan penglihatan mata.

Salah satu fungsi dari drone ini, yakni mendeteksi tanaman yang mengalami gangguan kesehatan. Cara kerjanya, drone terbang di atas tanaman, kemudian mengambil semua gambar. Gambar-gambar tersebut kemudian dianalisis. Dari data tersebut, dapat diketahui spot-spot tanaman yang mengalami stres.

READ  Kapersky Imbau Pengguna Cermati Izin Akses Kamera dan Mikrofon

“Dengan drone orang bisa melihat stres yang dialami tanaman, dua pekan sebelum terlihat mata. Jadi itu menolong petani untuk membuat keputusan di waktu yang tepat, sebelum ada kerugian,” jelasnya Moses Kimani.

Selain mendeteksi tingkat kesehatan tanaman, drone ini juga dilengkapi dengan sensor yang berfungsi untuk mengukur temperatur, kelembaban, dan basah tanah di berbagai lapisan.

Kenya sendiri menjadi salah satu negara yang terkena dampak dari perubahan iklim. Meskipun negara ini memiliki tanah yang termasuk subur, namun perubahan musim dan pola cuaca membuat hasil panen menurun. Atas dasar itu, perushanan milik Moses ini berusaha untuk mencari jalan keluarnya.

“Kami membantu petani menyesuaikan diri dengan perubahan cuaca dan menambah hasil panen mereka lewat pertanian terarah dan lewat masukan yang sesuai perubahan iklim, dengan memperhatikan pertanian konservasi.” ungkapnya.

READ  Jaringan 5G Siap Diterapkan Tahun Depan

Untuk melengkapi kemampuan ini, sebuah aplikasi spesial pun dikembangkan. Melalui aplikasi ini, para petani dapat mengetahui data-data yang terbaru. Ini adalah data yang penting bagi petani.

Data sensor tanah yang dikombinasikan dengan informasi tambahan berupa hasil ramalam cuaca dan citra dari satelit dengan cepat dapat mencakup areal sangat luas.

Sebagai informasi, perusahaan startup milik Moses ini merupakan salah satu dari 12 perusahaan di Afrika yang mendapat pengajaran dari program bimbingan pemerintah Jerman. Ia secara rutin berdiskusi lewat Skype bersama lembaga Jerman GIZ, yang mengurus pembangunaan berkelanjutan.

READ  Gempa Terjadi di Selandia Baru, Warga Diperingatkan Potensi Tsunami

Pihaknya pun terus berupaya untuk mencari investor guna menyokong keberlanjutan perusahaan yang sangat bermanfaat bagi petani ini. (Zak/IJS)

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Baca Juga