Kapersky Imbau Pengguna Cermati Izin Akses Kamera dan Mikrofon

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Jakarta –¬†Semakin berkembangnya teknologi komunikasi, semakin banyak pula pengguna yang memberikan izin bagi aplikasi untuk mengakses kamera dan mikrofon. Ternyata hal ini menimbulkan risiko sendiri.

Menurut studi Risiko Keamanan TI Konsumen dari Kaspersky secara global, memberikan izin bagi aplikasi untuk mengakses kamera dan mikrofon harus benar-benar dicermati, salah-salah bisa jadi jadi bumerang bagi penggunanya.

Dikutip dari siaran pers, Senin (29/3/2021), berdasarkan temuan Kaspersky, ada 23 persen dari 15.000 responden yang disurvei memberikan izin kepada aplikasi untuk mengakses webcam dan mikrofon.

READ  YouTuber Asal Cina Ini Terima Penghargaan dari Guinness World Records

Terhitung sejak pandemi virus Covid-19 selama setahun terakhir, penggunaan aplikasi konferensi video mengalami kenaikan.

Sebut saja, Microsoft Teams, pada Juni 2020, mengalami pertumbuhan sebesar 894 persen dibandingkan pada Februari di tahun yang sama.

Selama pandemi Covid-19, aplikasi konferensi video menjadi tumpuan untuk melakukan aktivitas seperti belajar dan bekerja dari jarak jauh. Hal ini membuat 27 persen responden berusia 25-34 tahun selalu memberikan akses ke kamera dan mikrofon.

READ  Kebal Korona, Produksi Mobil Listrik Tesla Meningkat Pesat pada 2020

Meksipun pemberian izin akses kamera dan mikrofon semakin meningkat, kesadaran akan keamanan siber pun juga semakin meningkat. Berdasarkan hasil studi Kaspersky, sebanyak 59 persen responden khawatir mereka diawasi dari kamera, sementara 60 persen waspada dimata-matai lewat perangkat lunak.

Oleha karena itu, perusahaan keamanan siber ini menyarankan pengguna untuk cermat memberikan izin kepada aplikasi untuk mengakses kamera dan mikrofon. Salah satunya dengan membaca izin apa saja yang diminta ketika memasang aplikasi.

Selain itu, pertimbangkan juga relevansi mengakses kamera dan mikrofon dengan fungsi aplikasi itu. Jika aplikasi untuk panggilan video, tentu mengakses kamera dan mikrofon merupakan hal yang wajar.

READ  Gempa Terjadi di Selandia Baru, Warga Diperingatkan Potensi Tsunami

Namun, jika aplikasi tersebut kelihatannya tidak membutuhkan akses kamera dan mikrofon, maka perlu diwaspadai mengapa harus mengizinkan menggunakan fitur-fitur tersebut. Penting untuk meninjau kembali aplikasi apa saja yang saat ini diizinkan untuk mengakses kamera dan mikrofon, hapus jika aplikasi tersebut tidak relevan.

Terakhir, untuk meningkatkan keamanan, pengguna dapat menutup kamera, untuk memberikan rasa tenang ketika kamera tidak digunakan. Selain itu, juga dapat menggunakan perangkat lunak untuk meningkatkan perlindungan dari akses ilegal ke fitur-fitur seperti mikrofon dan kamera.

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Baca Juga