Pergi ke All England Tak Dibiayai Pelatnas, Mohammad Ahsan: Siap-siap Kena Tagihan

Ganda putra Indonesia, Mohammad ahsan dan Hendra Setiawan dalam BWF World Tour di Tianhe Sports Center, Guangzhou, China, Minggu (15/12/2019) (Foto: AP/Andy Wong)

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

London – Salah satu pemain bulu tangkis ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan mengeluarkan unek-uneknya melalui live Instagram usai skuad Garuda Indonesia dipaksa mundur dari ajang turnamen All England 2021.

Selain, karena tidak bisa unjuk kemampuan dalam pertandingan, statusnya sebagai pemain independen menjadi persoalan tersendiri. Artinya, mereka harus mengeluarkan biaya dari kantong pribadi untuk bisa tampil di All England 2021.

READ  Gelandang Milan Ini Bisa Bikin Ronaldo Mati Kutu

“Sebagai pemain independen, saya sia-siap kena tagihan haha. Pulang bayar hotel lagi. Ini risiko. Nanti akan nambah lagi biayanya. Biayanya berapa? Tanya nih manajernya,” ujar Mohammad Ahsan dikutip dari Badminton Talk. “Kurang lebih Rp 50 juta. Visa saja pakai yang kilat, 5 juta,” ujar Hendra Setiawan menyahut obrolan.

Sebagai informasi, tidak semua pemain bulu tangkis yang berlaga di All England dibiayai oleh pelatnas bulutangkis Indonesia, Salah satunya pasangan ganda putra Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan. Pembiayaan mereka ketika bertanding bergantung pada sponsor yang didapatkan secara mandiri.

Sebelum Mohammad Ahsan melakukan live Instagram, Hendra Setiawan telah mengungkapkan unek-uneknnya melalui unggahan video di akun YouTube miliknya.

READ  Keinginan Ronald Koeman di Bursa Transfer Bulan Januari

Dalam video itu, ia mengaku sangat dirugikan karena dirinya dipaksa mundur dari turnamen Yonex All England 2021. Meskipun begitu, ia berharap tim Indonesia bisa segera pulang ke Tanah Air.

“Paling tidak kita boleh pulang, ngapain di sini? Terutama untuk kami berdua (dan Mohammad Ahsan), buang-buang waktu, buang-buang uang juga. Kami kan biaya sendiri. Belum sampai di Jakarta harus isolasi lagi,” ungkapnya.

Selain hal itu, Hendra juga mengungkapkan kejanggalan dari aturan karantina pemerintah Inggris. Dari 24 orang yang berada dalam tim Indonesia, hanya 20 orang yang mendapatkan E-mail dari National Health Service (NHS) terkait untuk melakukan isolasi mandiri selama 10 hari.

READ  Zidane Waspada Timnya Lawan Celta Vigo

Ahsan, yang menjadi pasangannya dalam bertanding justru tidak mendapatkan E-mail perintah untuk melaksanakan karantina.

“Kita satu pesawat, dan duduk bersama juga. Ini menunjukan ketidak jelasan,” ucapnya. Skuad Garuda pun mengajukan untuk melakukan tes Polymerase Chain Reaction (PCR), namun tidak diperbolehkan dengan asalan sudah close contact¬†dan harus isolasi mandiri 10 hari.

Berbeda perlakukan justru ditunjukan kepada skuad Denmark. Asisten pelatih Denmark, Thomas Stavngaard yang sebelumnya dinyatakan positif Covid-19, justru diperbolehkan untuk dites ulang, dan dinyatakan negatif.

READ  Ikut Latihan, Ibrahimovic Beri Kode Main Di Laga Milan vs Juventus

Sebelumnya, Mohammad Ahsan dan pasangannya Hendra Setiawan sempat beraksi pada babak pertama ajang All England 2021 Rabu (17/3/2021) atau Kamis dini hari WIB. Dan mereka pun berhasil meraih kemenangan atas Ben Lane dan Sean Vandy, ganda putra asal Inggris.

Usai bertanding, mereka pun langsung diminta untuk pulang ke hotel dengan berjalan kaki. “Saya sangat kaget dengan keputusan ini. Harusnya Badminton World Federation (BWF) memberi tahu terkait aturan ini. Jika tahu begitu, mungkin tujuh atau sepuluh hari sebelumnya sudah tiba disini,” ujar Hendra. (Zak/IJS)

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Baca Juga